Pages

Saturday, May 24, 2008

Mengintip Kertas Tukang Kredit

Sering kita menjumpai pertanyaan seperti ini : kredit ini syaratnya apa ya?, kredit itu syaratnya harus bagaimana ya? Sejatinya jawabannya tidak banyak, jawabannya adalah syarat kredit adalah semua sama baik di Bank Konvensional maupun di Bank Syariah. Biarpun kredit itu nilainya miliaran rupiah, ataupun hanya jutaan rupiah penilaiannya juga tetap sama dan syaratnya sama. Kredit program atau kredit komersiil juga sama, hanya beda di treatment dan adjustment saja. Intinya 5c kita dapat memberikan rasa nyaman buat analis bank. Makanya kebanyakan karyawan bank lebih suka memproses pembiayaan atau kredit yang nilai nominalnya lebih besar. Selain capeknya sama, pusingnya sama, target pencairan kredit dan target laba lebih cepat tercapai bila nominal besar didahulukan.

Dibawah ini saya coba berikan link bagi teman-teman yang ingin tahu seperti apa sih kertas kerja penilaian pengajuan kredit disebuah bank. Saya pikir berguna buat calon debitur baru bank, pelamar pekerjaan di bank, pindah posisi di Analis kredit, atau sekedar ingin tahu saja.

Silahkan diDOWNLOAD DISINI :
Nah setelah lihat kertas kerja diatas, jadi ngerti kan isi kepala tukang kredit? hehehe... Ini ada CONTOHnya bila pengin sedikit tahu, DOWNLOAD disini. Tentunya cara menganalisanya ya tidak persis plek seperti acuan diatas, hal ini tergantung kapasitas usaha, mood, style, dan mungkin untuk Usulan kredit UKM ya ada sebagian yang tidak digunakan. Tergantung kebutuhan saja.

Oke, silahkan diintip, semoga bermanfaat. Salam sukses selalu.

yas

Tuesday, May 13, 2008

PKBL = Kredit Lunak

Selasa, 13 Mei 2008
Disiapkan Rp 1,3 T untuk UMKM
BUMN Kesulitan Salurkan PKBL dengan Benar

JAKARTA - Optimalisasi peran BUMN dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan. Kali ini, Kementerian BUMN tengah menyusun aturan tentang penyaluran dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Menteri BUMN Sofyan Djalil mengatakan, berdasar data yang dihimpun, selama ini sebagian besar perusahaan pelat merah kesulitan menyalurkan PKBL-nya secara benar dan tepat sasaran.

’’Aturannya mulai kami susun,’’ ujarnya saat memberikan sambutan penandatanganan MoU PKBL antara Pertamina dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X di Jakarta kemarin (12/5).

Jika dikelola dengan benar, kata Sofyan, PKBL bisa sangat potensial untuk mendorong kegiatan perekonomian. Apalagi, makin banyaknya BUMN yang meraih laba membuat dana PKBL semakin besar. Tahun ini, dana PKBL BUMN diperkirakan Rp 1,3 triliun. ’’Nilainya memang luar biasa besar,’’ katanya.

Karena itu, jika aturan PKBL sudah disusun, BUMN-BUMN besar seperti Pertamina bisa berkonsentrasi pada bisnisnya. Sementara urusan PKBL diserahkan kepada mitra BUMN lain yang memang berkompeten di bidang penyaluran dana untuk UMKM.

Misalnya disalurkan melalui PT Pegadaian yang memang intens berhubungan dengan UMKM atau PTPN yang kerap berhubungan dengan petani tebu rakyat. ’’Dalam setiap kegiatan penyaluran, pihak Pertamina bisa dilibatkan untuk memantau,’’ terangnya.

Dirut PT Pertamina Ari H Soemarno menambahkan, pihaknya memang membutuhkan panduan untuk bersinergi dengan BUMN lain guna mengoptimalkan dana PKBL. ’’Selama ini, kami rasakan sudah cukup membantu,’’ ujarnya.

Menurut Ari, Pertamina telah berkomitmen menyisihkan 2 persen dari labanya untuk program PKBL. Tahun ini, pihaknya kembali menggandeng PTPN X untuk menyalurkan PKBL Rp 160 miliar melalui kredit program kepada petani tebu rakyat di Jatim. ’’Ini adalah PKBL terbesar yang kami berikan,’’ katanya.

Tahun lalu, Pertamina menggandeng PTPN X dalam penyaluran dana PKBL senilai Rp 30 miliar. Dirut PTPN X Adi Prasongko menambahkan, pihaknya menggunakan dana tersebut guna mendukung program revitalisasi pabrik gula, khususnya untuk menunjang kegiatan on farm atau perbaikan mutu tebu melalui pengembangan lahan.

Program tersebut menjangkau 6.000 hektare lahan tebu yang dikelola 30.000 petani rakyat dengan nilai plafon pinjaman Rp 20 juta per hektare. ’’Ini menjadi program yang berkesinambungan,’’ katanya.

Menurut Adi, daerah-daerah potensial di Jatim yang masuk dalam program tersebut, di antaranya Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, Gresik, Trenggalek, Kediri, serta Blitar.(owi/oki/jpnn)

Sunday, April 13, 2008

Kredit Usaha Rakyat

Pengin nge blog tapi sedang malas ngetik. Biar tidak kosong terlalu lama, saya coba copy paste dari detik.com itung-itung sebagai cliping. Linknya bisa diclick disini. saya Sedangkan syarat pengajuannya bisa dilihat disini.
Selasa, 08/04/2008 19:15 WIB
detik Finance :
BNI-Mandiri Lomba Kucurkan KUR
Dua bank BUMN, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Ttbk berlomba menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran kredit kedua bank BUMN itu dilaksanakan bersamaan dengan kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan di Desa Eretan, Kecamatan Kandang Haur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (8/4/2008).
Untuk BNI, penyaluran kredit secara simbolis ditandatangani melalui perjanjian kredit antara Direktur Utama BNI Gatot Suwondo kepada 6 perwakilan debitor dan koperasi senilai Rp 3,93 miliar. "Kredit yang diberikan memiliki plafon hingga Rp 500 juta dengan keunggulan kemudahan persyaratan dan suku bunga yang ringan," ujar Gatot. Tak mau kalah, Bank Mandiri juga menyerahkan KUR kepada 15 debitor UMKM senilai Rp 3,5 miliar. Mandiri jugamenyerahkan bantuan kredit kepada 200 peternak sapi senilai Rp 5 miliar untuk pengadaan 400 ekor sapi perah di Desa Jetak Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. GM Divisi Usaha Kecil BNI Tati Widayati mengatakan untuk tahun ini target untuk KUR BNI adalah Rp 2 triliun yang akan disebar di 12 wilayah. "Tapi yang terbesar memang di Jawa Tengah dan Kawa Barena itu market terbesar kami, targetnya untuk Indramayu dan Pekalongan adalah Rp 250 miliar," tuturnya. 
BNI menjanjikan kemudahan kredit yakni bisa disetujui tanpa jaminan, dapat diputus di tempat, hanya berdasarkan wawancara, suku bunganya antara 12-14 persen. Sampai saat ini besaran KUR yang diberikan BNI adalah plafon 558 miliar dengan total debitur UKM sebanyak 5.536. "Jadi average kreditnya di bawah Rp 10 per debitur," imbuhnya. Sementara KUR Bank Mandiri adalah kredit program untuk tujuan produktif yang memenuhi kriteria limit kredit Rp 500 juta , suku bunga maksimal 16% efektif per tahun dan sebagai jaminan ditutup melalui penjaminan dari PT Askrindo dan Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU).

Note : Syarat KUR Mandiri bisa dilihat disini
          Syarat KUR BNI bisa dilihat disini