Pages

Monday, February 26, 2007

Proposal Kredit Sederhana

Dulu beberapa teman dan calon nasabah sering bertanya bagaimana membuat proposal untuk pengajuan kredit dibank. Sering saya menemui relasi yang datang pada saya untuk minta tolong dibuatkan proposal pengajuan kredit dan kadang sampai malam-malam datang kerumah saya hanya untuk itu. Anehnya mereka siap membayar (saya tertawa dalam hati, ternyata masih banyak orang yang berpikir bahwa uang selalu dapat menyelesaikan masalah) dan yang bersangkutan juga siap untuk menyediakan apa saja sehubungan pembuatan proposal tersebut.

Membuat Surat pengajuan kredit itu sederhana dan gampang. Saya pikir gampang, soalnya kalau cuma untuk pembiayaan Usaha Kecil tidak perlu harus memakai draft yang komprehensif. Wong pemutusan kreditnya cuma sambil merem juga he..he..he.. , kecuali kalau pembiayaannya diatas 500 juta wajib hukumnya buat proposal (kan bisa bayar konsultan untuk membuatkannya daripada untuk buat bayar ongkos lelah petugas bank).

Intinya yang perlu disampaikan untuk proposal sederhana adalah sebagai berikut :
  • Tanggal pengajuan kredit
  • Perihal surat
  • Surat ditujukan kepada Kepala Cabang
  • Nama, alamat rumah, alamat usaha, nomor telphon rumah dan cellular.
  • Sebagai pembukaan surat sampaikan jenis usahanya dibidang apa dan telah berpengalaman berapa tahun.
  • Maksud kredit yang diomohon untuk apa : modal kerja, investasi atau konsumtif
  • Tujuan dari kredit nantinya bagaimana. Maksudnya dengan ada kredit kita bisa menyampaikan bahwa target penjualan bisa naik sekian persen, atau margin bisa dinaikkan sekian persen, atau untuk peremajaan asset/mesin agar effisiensi terjaga atau dll.
  • Besarnya dana yang dimohon dan jangan lupa sebutkan modal sendiri kita ada berapa sehingga bank hanya memberikan kekurangannya. Biasa bank hanya memberi maksimal 80% dan 20%nya dari modal kita. Katakanlah kita akan membeli mobil dan perlu dibantu oleh bank. Harga mobil didealer Rp. 100 juta, Bank mungkin hanya akan membiayai 80 juta saja sedangkan 20 jutanya ya dari uang kita sendiri.
  • Sampaikan keinginan kita berapa lama ingin mengangsur .
  • Sampaikan skim kredit yang sesuai dengan usaha yang akan dibiayai bank. Hal ini perlu didiskusikan dengan pegawai bank. Tapi disurat anda bisa sampaikan model apa yang cocok buat kelancaran usaha anda. Ingat konsekuensi salah skim kredit, implikasinya kepada beban bunga dan lack liquidity yang harus ditanggung.
  • Penutup. Sampaikan bahwa kita siap disurvey oleh Tim Bank.
Melihat paparan saya diatas mungkin tidak terlalu sulit untuk membuat surat pengajuan kredit kebank. Wong cuma satu lembar saja dan lagian anda nantinya akan diwawancari oleh petugas bank. Tapi perlu juga diketahui, semakin banyak informasi yang diterima petugas bank dan mereka paham bisnis anda maka semakin cepat juga persetujuan akan diberikan.
Untuk syarat-syarat kredit dibank, tentunya standar namun agar lebih jelas anda bisa dapatkan melalui website bank tersebut, atau brochure bank atau malah lebih baik telephone langsung ke Customer Service dan Petugas Banknya. Note : Atau kalau tidak pada postingan bulan September 2011 juga bisa dilihat.
Sederhana kan? kalau masih susah kontak saja saya dan nanti saya bantu untuk membuat proposal bersama-sama. Untuk 500 juta kebawah gratis tapi 500 juta keatas bayar ya... he..he..he..

add/edit : link download proposal bisnis / proposal kredit dapat didownload disini.

20 komentar:

ulfiee said...

aduh mas arif, makasih bgt atas infonya. sy sih krja trus ada bisnis sampingan, jual beli komp. sometimes kl ada order dr instansi gt kita kebingungan cr modalnya. oh ya, kayahnya ntr ga sampe ratusan juta kok kl mw kredit. kl ga keberatan mgkn bs share about proposalnya. makasih ya mas.

ceptoip said...

thanks bangeud, mas rif atas infomu.
Saya pedagang kelontongan (retail), dengan omzet 30 jt/bulan. Saat ini ingin mengajukan KUR, sekitar 200 jt. Kebutuhan tersebut untuk (1) membangun lahan yang kosong (milik pribadi), untuk dijadikan tempat usaha sendiri, karena tempat usaha yang sekarang dipakai masih milik orang tua. (2) untuk tambahan modal usaha, (3) Melunasi kredit di Bank Lainnya (masih tersisa sekitar 25 jt).
Pertanyaan saya:
1. Efektifkah pinjaman sebesar 200 jt tersebut?
2. Dalam pembuatan proposal pengajuan kredit, tujuan untuk melunasi kredit ke bank lain harus disebutkan/tidak?
Mohon saran dan masukan Mas Rif.

terima kasih,

-abahtoip-
jfsurahman@yahoo.co.id

Mokh Hamzah Nugrohanto said...

Yth Bpk Yusuf Arif Setiawan.

saya saat ini sedang membuat konsep usaha warnet dengan total nilai investasi 180jt. down ketika saya melihat investasi yang harus saya keluarkan sebesar itu. mungkin untuk orang lain nilai investasi segitu sangat kecil, tetapi bagi saya itu sudah cukup besar. Rancananya saya ingin mendanai investasi tersebut dengan jasa kredit bank. sialnya saya tidak begitu paham tentang seluk beluk perkreditan. mohon bantuan untuk:
1. membuatkan proposal permohonan kredit inves saya tersebut.
2. Menurut bapak bank apa yang sesuai untuk mendanai investasi saya tersebut jika dikaitkan dengan dengan jenis usaha saya tersebut.

jika diperlukan akan saya kirim file rencana anggaran investasi saya melalui email. mohon kirimkan alamat email bapak kepada saya via email atau sms monggo terserah bapak.. Saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.

gm: nugro.hamzah@gmail.com
ym: nugro_hamzah@yahoo.com
081 333 7 555 19
Mokh Hamzah N

Anonymous said...

contoh proposalnya mna??
bsa di expose gk??

YUSUF ARIF SETIAWAN said...

Contoh proposal tidak bisa saya ekspos. Proposal usaha itu tidak sama, masing-masing usaha punya karakteristik dan demografi yang berbeda. So perlu special treatment bagi masing-masing jenis usaha.
Bila berkenan, rekan-rekan bisa mengirimkan biodata usahanya, rencana usahanya dan lain-lainnya ke saya lalu mari sama-sama kita diskusikan dan kita buat bersama proposal tersebut.

Salam,

YUSUF ARIF SETIAWAN said...

kontak saya di yusufas@gmail.com

YUSUF ARIF SETIAWAN said...

Untuk Ceptoid, mohon maaf saya baru bisa menjawabnya sekarang. Saya jarang menengok blog dan email saya, jadinya kelewatan ni.
Saya langsung jawab ya :
1. Efektif tidaknya pinjaman tergantung anda memanage dana tersebut. Bagaimana memaksimalkannya tentu tergantung kepiwaian anda untuk menangkap peluang pasar, meminimize kerugian dan menjaga likuiditas usaha untuk mengoptimalkan keuntungan.
2.Setiap proposal memang seharusnya kita terbuka. Mengapa? Bila kita tidak terbuka, ini akan menyulitkan pihak pengambil keputusan karena data yang diberikan tidak lengkap. Selain itu kejujuran kita akan dinilai. Padahal jujur adalah no.1 dibisnis. Bank mempunyai perangkat untuk mengetahui kondisi anda dibank lain. Jadi tidak masalah apabila anda menyampaikannya bila sebagian untuk take over kredit dibank lain.

Salam sukses dan semoga bisnis anda berkah serta maju.

Salam,

bram said...

mas mw minta bantuan untuk buat proposal usaha warnet, biayanya kira2 100 juta,dan ini buat ekspansi karena skrg sdh jalan satu. moga2 bs dibagi ilmunya.makasih atas bantuannya sebelumnya. Email:hafidz_baz@yahoo.com
YM:hafidz_baz

JaDuLMaN said...

Mas Arif numpang nanya nih... Saya pengen usaha warnet dengan modal 50jt. Modal pribadi saat ini ada 10jt (kalo belum keambil lagi... hehehe). Bisa gak kalo mengajukan kredit 40jt. Masalahnya usahanya kan belum berjalan. Gimana caranya?
Thanx tuk perhatiannya...

@uror@ said...

Seperti bang JaDuLMaN, saya juga pngn buka usaha warnet tapi terbentur masalah dana Mas..saya tertarik karena warnet tempat kerja saya dulu sangat menjanjikan penghasilannya.Jika berkenan
Mungkin saya bisa dikasih contoh proposalnya untuk pengajuan kredit dalam bidang usaha internet..
bisa dikirim ke email saya rosyid@hotmail.com

Deddy Edward Tanjung said...

Blognya bagus Bung Yusuf, sangat membantu pengusaha yg ingin buat proposal kredit

m.hilman said...

Selamat sore mas arif...
mas sya mau nanya ini kalo kita baru mau buka usaha tapi mau kredit di bank bisa mas??kemudian batasannya berapa mas??mas kalo bisa kirim skalian contoh proposal yang jitu ya mas.ke alamat email saya di m.hilmanfikri@yahoo.co.id

hormat saya,
fikri medan.

aYong said...

Pasti banyak yang terbantu. Pak Arif, terima kasih atas tulisan dan penjelasannya nya.

Hilman said...

Selamat pagi mas arif..
saya fikri yang dulu pernah bertanya..tapi belum ada jawabannya dari mas arif...tapi skrg saya mau nanya lagi ini mas boleh ya mas...
1. mas kalo kita pinjam ke bank tapi kalo untuk beli rumah boleh ngga mas??
2. kemudian apa kah kita minjam itu harus ada agunannya?sedgkan saya ngga punya utk diagunkan??kira2 bisa ngga mas menggunakan proposal??
3. kira2 persyartannya apa mas saya mau minjam 200 jt kmdn mau mengangsur 10 thun..kira2 bisa mas??
mas saya tunggu balasannya ya mass..

Anonymous said...

mas sya syaiful dr jawa tengah tertarik untuk kerjasama buatkan proposal pngajuan take over pinjaman di atas 500 juta masalah biaya nnt bisa qt bicvarakan by tlp ni no saya 085645352372

Anonymous said...

Untuk rekan-rekan yg butuh kredit modal kerja. Kami (Bank Artos Indonesia) siap membantu. Terutama daerah BSD-Tangerang dan sekitarnya. Contact : Rico telp 021-5388880.

halyz said...

mas arif sy mau membuka usaha warung kopi tp masalhnya blom punya modal usaha dan tempat, bisa nga3 mengajukan kredit di bank

YUSUF ARIF SETIAWAN said...

@ Halyz, Bank manapun tidak akan pernah memberikan kredit buat orang baru memulai usaha. Karena bank biasanya perlu perfomance usaha untuk menilainya sebelum memutuskan untuk memberikan kredit kepada seseorang. Yang Halyz lakukan bisa melalui, pengajuan kredit multiguna dengan jaminan slip gaji anda bila anda sebagai seorang pegawai. Atau kalau tidak bisa mencoba dengan menggadaikan ke pegadaian.

albert said...

Salam Mas Arif,

mohon bantuannya untuk contoh membuat proposal pengajuan KUR ke BRI. Saya mau kembangkan usaha ibu saya di kerajinan tangan. Kalau ada contoh proposal sederhana tolong kirimkan ke email saya di nathangroup20@gmail.com
Rencana pengajuan hanya 20 jt saja.

Sebelumnya terima kasih.
ALbert

YUSUF ARIF SETIAWAN said...

Pak Albert,
Pengajuan Kredit KUR 20 Juta, simple saja.
Buat saja surat permohonan kebutuhan kredit anda kepada Kepala Cabang. Selanjutnya surat tersebut anda lampiri, KTP, KK, Surat Nikah (kalau sudah menikah) FC Rek Tabungan, FC Rek Listrik, FC Rek Telphone, Surat Keterangan Usaha dari Kelurahan, Foto tempat usaha, denah gambar tempat usaha, daftar buyer dan no telphnenya. Bila masih bingung, karena ini kredit kecil anda datang saja ke Banknya dan mintalah formulir pengajuan kredit untuk anda isi.